Sentimen Pekan Ini: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat
Pada pekan ini, terdapat beberapa sentimen penting yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Salah satunya adalah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang turun ke level 3,5% YoY pada Juni 2026. Hal ini menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar keuangan global.
Serangan Udara Militer AS terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran
Pada 19 Juli 2026, militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara yang menargetkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, sebagai respons atas kejadian dua tentara AS yang meninggal di Yordania. Akibatnya, harga minyak dunia Brent kembali mendekati level US$90 per barel, memperkuat posisi pasar minyak global.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,89% menjadi 17.942, sementara indeks dolar AS turun tipis 0,2% ke level 100,57. Pergerakan ini juga ikut mempengaruhi pasar obligasi, dimana imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun naik tipis ke 7,26%, diikuti dengan aliran dana investor asing keluar sebesar Rp 4,6 triliun.
Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat 4,24% menjadi 6.176, dengan aliran dana investor yang masuk mencapai Rp 197 miliar. Namun, di Wall Street, dua indeks saham acuan, Nasdaq dan S&P 500, turun 0,1%, sementara indeks Dow Jones mengalami kenaikan 0,1%.
Kalender Keuangan Pekan Ini
Beberapa hal yang akan menjadi fokus perhatian pasar keuangan pada akhir pekan ini antara lain adalah keputusan suku bunga acuan yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026, serta pertumbuhan M2 Money Year-on-Year (YoY) yang akan dilaporkan pada 23 Juli 2026.


