Bank Kasikorn Indonesia Gelar Rights Issue
PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk atau sebelumnya dikenal sebagai Bank Maspion Indonesia akan melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) IV atau rights issue. Hal ini diungkapkan dalam keterbukaan informasi BEI pada Jumat (7/8/2026).
Maksimal 2,87 Miliar Saham Dilepas
Bank Kasikorn Indonesia berencana melepas maksimal 2,87 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham tersebut setara dengan 15,88% dari total modal yang sudah ditempatkan dan disetor penuh.
Perseroan nantinya akan menggunakan dana dari rights issue ini untuk meningkatkan penyaluran kredit. Dengan langkah tersebut, diharapkan struktur permodalan perusahaan bisa semakin diperkuat.
RUPSLB akan Digelar pada Agustus 2026
Bank Kasikorn Indonesia akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Agustus 2026 untuk melaksanakan rights issue ini. Saham baru yang akan diterbitkan memiliki nilai nominal sama dengan saham-saham yang sudah ada sebesar Rp 100 per saham. Saham pertopel tersebut akan dicatatkan di BEI sesuai regulasi yang berlaku.
Prosedur pelaksanaan rights issue pun akan mengikuti ketentuan POJK 32/2015, termasuk persetujuan RUPSLB, pendaftaran ke OJK, dan persetujuan efektif dari OJK.
Harga Saham BMAS Naik 3,73%
Seiring dengan pengumuman ini, harga saham BMAS mengalami kenaikan sebesar 3,73% menjadi Rp 500 per saham. Meskipun dibuka stagnan di Rp 482 per saham, harga saham BMAS mencapai level tertinggi Rp 600 dan terendah Rp 476 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 745 kali dengan volume perdagangan 12.231 saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp 669,2 juta.


