Monday, September 7, 2026
HomeShowbizReview Film Lobang Buaya: Hanung Bramantyo Gagal Remake G30S/PKI

Review Film Lobang Buaya: Hanung Bramantyo Gagal Remake G30S/PKI

Hanung Bramantyo: Proyek Remake G30S/PKI Batal Diproduksi

Pada tanggal 28 Agustus, sutradara Hanung Bramantyo mengungkapkan bahwa proyek besar untuk remake film sejarah G30S/PKI yang direncanakan oleh Presiden Joko Widodo harus dibatalkan. Awalnya, film tersebut sudah memasuki tahap persiapan serius sebelum akhirnya dihentikan secara mendadak hanya sebulan kemudian.

Gagasan Remake Film Sejarah Muncul dari Jokowi

Hanung Bramantyo menceritakan bahwa gagasan remake film G30S/PKI muncul dari pernyataan Jokowi pada periode pertama pemerintahannya. Jokowi menyatakan keinginannya agar ada film versi baru G30S/PKI yang lebih relevan dan dapat dinikmati oleh generasi milenial. Pernyataan tersebut membuat Hanung langsung tertarik dan antusias untuk memulai proyek tersebut.

“Beliau [Jokowi] pernah bilang di tanggal 30 September itu, beliau pengen ada orang yang membuat atau melakukan remake atas film G30S/PKI yang bisa dinikmati, yang sangat milenial. Kita menyambut dong, sebagai sutradara langsung excited,” kata Hanung Bramantyo.

Proyek Remake G30S/PKI Tiba-tiba Dihentikan

Langkah serius dalam persiapan produksi proyek tersebut tiba-tiba terhenti. Hanung mengaku bahwa film itu harus dibatalkan karena situasi dinilai belum kondusif untuk mengangkat isu sensitif secara terbuka. Meskipun awalnya proyek ini didukung langsung oleh Jokowi, namun dalam waktu singkat dinyatakan tidak boleh dilanjutkan.

“Akhirnya kemudian tiba-tiba sebulan kemudian dibilang batal gitu, ‘Gak boleh’. ‘Alasannya kenapa?’ Katanya, ‘Situasinya belum memungkinkan’. ‘Padahal itu Bapak Presiden sendiri yang bilang?’, ‘Ya pokoknya dibilang jangan’,” ujar Hanung.

Kekecewaan atas pembatalan proyek tersebut mendorong Hanung untuk mencari jalan lain. Hal ini membawanya pada ide untuk membuat film horor berjudul Lobang Buaya sebagai pengganti dari proyek remake G30S/PKI yang tidak terealisasi.

Dari cerita tersebut, terlihat bagaimana proyek besar untuk menggarap kembali film sejarah G30S/PKI harus berhenti di tengah jalan karena alasan situasi yang belum mendukung. Meskipun demikian, Hanung Bramantyo tetap bisa berkreasi dengan ide yang baru dan menghasilkan karya film yang menarik.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler