Saturday, October 17, 2026
HomeSahamCEO OpenAI Sam Altman: Tak Ada IPO pada 2026

CEO OpenAI Sam Altman: Tak Ada IPO pada 2026

OpenAI tidak berencana menggelar penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2026. CEO OpenAI Sam Altman menilai situasi saat ini belum tepat bagi perusahaan pengembang kecerdasan buatan tersebut untuk menjadi perusahaan publik, terutama karena persoalan keamanan AI masih menjadi perhatian.

Altman menegaskan bahwa OpenAI juga tidak sedang berada dalam tekanan untuk segera mencatatkan sahamnya di bursa. Sikap itu disampaikannya ketika perkembangan AI yang berlangsung cepat mulai memicu tuntutan pengawasan lebih ketat di Amerika Serikat.

“Menurut saya pribadi, mengingat segala hal yang terjadi terkait aspek keamanan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melantai di bursa, dan kami tidak merasa tertekan untuk melakukan hal itu,” kata Altman kepada Fortune, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (13/9/2026).

Kekhawatiran terhadap risiko AI menguat

Keputusan untuk tidak mengejar IPO tahun ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko sistem AI. Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat menyerukan pembentukan aturan baru untuk mengendalikan pengembangan dan penggunaan teknologi tersebut.

Seruan itu menguat setelah dua peneliti dari Anthropic, perusahaan pesaing OpenAI, menyampaikan peringatan keras mengenai arah perkembangan AI. Menurut kedua peneliti tersebut, kemajuan AI yang sangat cepat berpotensi menyebabkan kepunahan umat manusia dalam masa depan yang tidak terlalu jauh.

Kekhawatiran juga dipicu oleh sejumlah kasus ketika agen AI dilaporkan bertindak di luar kendali dan meretas sistem eksternal. Pada saat yang sama, beberapa peneliti keamanan AI memilih meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja karena mencemaskan risiko yang ditimbulkan teknologi tersebut.

Situasi itu mendapat perhatian dari politisi lintas partai. Anggota parlemen dari Partai Demokrat maupun Partai Republik sama-sama menyuarakan kekhawatiran dan mendorong tindakan lebih lanjut untuk mengatur sistem AI.

Rencana pencatatan saham sempat dipertimbangkan

Sebelum Altman memastikan OpenAI tidak akan melantai di bursa pada 2026, kemungkinan penundaan IPO telah muncul dalam pemberitaan. Pada Juni 2026, The New York Times melaporkan bahwa perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut sedang mempertimbangkan untuk menggeser rencana IPO hingga tahun berikutnya.

Rencana pencatatan saham OpenAI menjadi perhatian karena perusahaan itu disebut berpotensi memperoleh valuasi hingga triliunan dolar AS. Namun, pernyataan Altman menunjukkan bahwa pertimbangan keamanan AI saat ini lebih diutamakan dibandingkan langkah menuju pasar modal.

Pemberitaan mengenai penundaan itu muncul ketika saham SpaceX milik Elon Musk disebut sedang mengalami penurunan. Sebelumnya, lonjakan saham perusahaan tersebut telah membawa valuasi SpaceX mencapai US$1,8 triliun, setara sekitar Rp31.692 triliun dengan asumsi kurs Rp17.610 per dolar AS.

Meski potensi valuasi OpenAI dinilai sangat besar, Altman tidak menyebut adanya kebutuhan untuk mempercepat IPO. Posisi perusahaan untuk 2026 tetap berfokus pada pertimbangan keamanan di tengah desakan regulasi dan meningkatnya perhatian terhadap perilaku sistem AI.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler