Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research, Herald van der Linde, meyakini bahwa potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia untuk menguat hingga level 9.700. Proyeksi ini didasari oleh peluang pemulihan laba perusahaan dan valuasi saham Indonesia yang masih menarik. Menurutnya, pasar saham domestik masih memiliki ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut, terutama dengan rendahnya kepemilikan investor global dan harga saham yang dinilai masih terjangkau.
Herald mengungkapkan pandangannya dalam acara HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026. Ia menyoroti bahwa pasar saham Amerika Serikat telah mencapai valuasi tinggi, sementara pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menawarkan kesempatan investasi yang menarik. Dengan valuasi lebih rendah, potensi keuntungan dari pelemahan dolar, dan pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berasal dari Asia, Indonesia terlihat menjanjikan bagi investor.
Selain itu, Herald menyoroti bahwa kepemilikan investor global di pasar saham Indonesia masih rendah, memberikan peluang bagi aliran dana asing masuk saat sentimen global membaik. Dia juga menekankan bahwa saham-saham di sektor perbankan dan konsumsi domestik diperdagangkan dengan valuasi yang secara relatif rendah karena kinerja laba yang belum pulih sepenuhnya.
Meskipun demikian, potensi kenaikan IHSG ke depan akan sangat tergantung pada pemulihan laba perusahaan. Oleh karena itu, pelaku pasar akan memperhatikan dengan seksama periode rilis laporan keuangan sebagai indikator penting bagi arah pergerakan IHSG di masa mendatang.


