Tuesday, February 17, 2026
HomeSahamAnalisis Emas: Emiten Tetap Defensif di Semester I 2026

Analisis Emas: Emiten Tetap Defensif di Semester I 2026

Harga emas telah mencapai rekor tertinggi baru dengan memecahkan angka USD 4.900 per ons untuk pertama kalinya. Lonjakan harga emas ini didorong oleh ketegangan geopolitik yang berkelanjutan, melemahnya dolar Amerika Serikat (AS), dan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Tak hanya itu, harga perak dan platinum juga mencapai rekor tertinggi baru, menunjukkan tren yang kuat dalam pasar logam mulia.
Menurut CNBC, harga emas di pasar spot kini mencapai USD 4.917,65 per ons, sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 1,6% lebih tinggi menjadi USD 4.913,4 per ons. Pelemahan dolar AS sebesar 0,4% membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS semakin menarik bagi pembeli luar negeri, sehingga meningkatkan permintaan akan logam mulia ini.
Para ahli strategi logam seperti Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, Peter Grant, menyebutkan bahwa faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik, pelemahan dolar, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed turut berkontribusi pada tren de-dolarisasi dan berdampak pada permintaan emas secara global. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah mengamankan akses AS ke Greenland dalam kesepakatan dengan NATO, namun rincian kesepakatan ini masih menjadi tanda tanya.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS meningkat selama bulan November dan Oktober, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam tiga kuartal berturut-turut. Semua hal ini memberikan gambaran tentang keadaan pasar global yang terus berubah dan mempengaruhi harga emas serta logam mulia lainnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler