PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus memperkuat sinergi dalam pengembangan panas bumi untuk mendukung transisi energi nasional. Kunjungan PT PLN ke PGE Area Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara menandai kolaborasi antara kedua perusahaan dalam membahas optimalisasi pembangkit eksisting, proyek greenfield dan brownfield, serta kemitraan strategis di bidang panas bumi. Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menyatakan pentingnya sinergi ini dalam mengembangkan potensi panas bumi di Sulawesi dan Sumatra. Dalam pertemuan tersebut, pihak terlibat membahas proyek-proyek penting seperti PLTP Lahendong unit 7 dan 8, PLTP Kotamobagu Unit I, II, III, dan IV, serta pengembangan WKP Sungai Penuh. PLTP Lahendong telah menjadi pilar penting dalam penyediaan listrik untuk Sulawesi Utara, menyuplai hingga 24 persen kebutuhan listrik daerah tersebut. PGE berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan energi nasional, mempercepat transisi energi bersih, dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon nasional. Dengan kapasitas terpasang 1.932 MW, PGE telah berhasil memasok listrik bersih bagi lebih dari 2 juta rumah tangga, yang mencapai 4.827 GWh pada tahun 2024. Melalui upaya bersama ini, diharapkan PGE dapat berperan dalam mencapai target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi.


