Pada sisi lain, hasil dari segmen pabrikan mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 28,75% YoY menjadi Rp 464,36 miliar. Namun, segmen jasa logistik justru mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 30,5% YoY mencapai Rp 1,41 triliun.
JIIPE atau Java Integrated Industrial and Ports Estate menjadi penyumbang utama dalam pertumbuhan ini, dengan lonjakan pendapatan mencapai 113% YoY menjadi Rp 2,55 triliun.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan juga mengalami kenaikan sebesar 18,92% YoY menjadi Rp 45,73 triliun, sementara pendapatan dari sewa naik 4,98% YoY menjadi Rp 285,93 miliar.
Dari segi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp 36,56 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 10,43% YoY. Namun, liabilitas juga mengalami kenaikan sebesar 13,35% YoY menjadi Rp 20,95 triliun. Menariknya, kinerja perusahaan ini memberikan gambaran yang cukup positif meski dengan beberapa penurunan pendapatan, namun masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa segmen usahanya.


