Pasar Saham Menguat Berkat Kinerja Perusahaan dan Harapan Meredanya Ketegangan di Timur Tengah
Kinerja kuat laba perusahaan pada kuartal pertama serta harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong penguatan pasar saham sepanjang tahun ini. Meskipun sempat tertekan saat pecahnya konflik antara AS dan Iran, ketiga indeks utama kini telah berada jauh di atas posisi awal tahun 2026.
Tren Positif Pasar Saham Diprediksi Berlanjut
Menurut David Krakauer dari Mercer Advisors, tren positif ini masih berpotensi berlanjut dalam jangka panjang. Krakauer optimistis konflik Iran dapat segera mereda, yang berpotensi membuka kembali jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz. Pertumbuhan laba perusahaan di AS maupun global dinilai tetap akan menjadi pendorong utama pasar saham.
“Selalu ada potensi munculnya berita baru atau penurunan sentimen yang bisa memicu koreksi jangka pendek. Namun secara keseluruhan, kami tetap bullish terhadap saham,” ujarnya.
Sektor Teknologi Menarik Perhatian
Krakauer juga menyoroti sektor teknologi, khususnya investasi besar dalam kecerdasan buatan (AI). Ia menegaskan bahwa tidak semua investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan, namun peningkatan produktivitas dari teknologi dianggap sebagai faktor pendukung utama pertumbuhan pasar.
“Kami percaya bahwa cerita peningkatan produktivitas tetap kuat,” pungkas Krakauer.


