Backrooms (2026): Film Horor Psikologis yang Membingungkan
Jakarta, CNN Indonesia — Backrooms (2026), karya Kane Parsons, telah menjadi sensasi di kalangan penggemar film horor. Film ini menjadi debut terbesar bagi studio A24 sebagai distributornya. Namun, banyak pihak merasa kebingungan setelah menonton film ini, terutama bagi yang belum mengenal Parsons dan dasar cerita dari film ini.
Akhir Cerita yang Mencengangkan
Cerita Backrooms (2026) mencapai puncaknya ketika Mary menemui Clark di bangunan The Backrooms. Namun pertemuan itu berubah menjadi serangan yang membuat Mary kehilangan kesadaran. Mary kemudian menyadari bahwa Clark telah terbiasa dengan kehidupan di The Backrooms bersama tiga makhluk aneh bernama Still Life.
Mary menegur Clark karena kebiasaannya untuk mengeluh tentang segala hal. Ia menyadari bahwa Clark sendiri yang membatasi dirinya dengan pikiran negatifnya. Namun, ketika monster bernama Lifeform muncul dan membunuh Clark, Mary harus berhadapan dengan serangan monster itu hingga ke konflik puncak.
Kejadian di The Backrooms mengubah pandangan Mary tentang realitas. Ia terbangun di sebuah bangunan penelitian dan menyadari bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari sebuah eksperimen yang melibatkan kenangan. Film ini memberikan penonton pengalaman berpikir yang mendalam dan menantang.
Interpretasi Ending yang Menarik
Esquire dan Pajiba memberikan beragam interpretasi atas ending film ini. Esquire berpendapat bahwa Mary telah terperangkap secara permanen di The Backrooms, di mana versi dirinya akan ada selamanya. Sementara itu, Pajiba melihat bahwa The Backrooms adalah manifestasi dari alam bawah sadar semesta yang merespons traumatis dari individu yang melewatinya.
IGN mengakui bahwa jawaban sebenarnya terkait The Backrooms dan nasib Mary tetap menjadi misteri. Namun, kesan mengerikan tentang kisah Still Life yang ditampilkan di akhir menciptakan ketegangan tersendiri bagi penonton.
Kane Parsons sendiri menolak untuk memberikan penjelasan atas ending film tersebut, membiarkan penonton menafsirkan sendiri makna yang disampaikan. Ia ingin bahwa setiap orang dapat menghadapi karyanya tanpa terpengaruh oleh penjelasan tertentu.
Backrooms (2026) adalah film horor psikologis yang membingungkan namun mendalam, memperlihatkan betapa kuatnya kekuatan kenangan, perasaan, dan trauma dalam membentuk realitas seseorang.


