IHSG Terkoreksi di Tengah Penguatan Saham Teknologi
Pada Rabu (2/9/2026), laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dan bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham. Pergerakan IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham teknologi yang memimpin penguatan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stabil di kisaran 17.753.
Koreksi IHSG
Menurut data RTI, IHSG ditutup turun 0,06% menjadi 6.596,77, sedangkan indeks saham LQ45 terpangkas 0,39% menjadi 651,87. Sebagian besar indeks saham acuan mengalami tekanan selama perdagangan saham.
Pada sesi kedua perdagangan, IHSG bergerak di kisaran antara level tertinggi 6.629,54 dan terendah 6.561. Terdapat 321 saham yang mengalami pelemahan, sedangkan 282 saham menguat dan 186 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.456.899 kali dengan volume perdagangan mencapai 64,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 16,8 triliun.
Penguatan Sektor Saham
Dari 11 sektor saham, sektor saham teknologi menjadi yang mengalami penguatan terbesar dengan kenaikan 3,74%. Sementara itu, sektor saham keuangan, consumer siklikal, consumer nonsiklikal, dan transportasi juga mengalami kenaikan. Namun, sektor saham basic menjadi yang mengalami penurunan terbesar diikuti oleh sektor saham infrastruktur, industri, energi, properti, dan kesehatan.
Harga saham BUMI stagnan di Rp 206 per saham dengan total frekuensi perdagangan 43.016 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 415,2 miliar. Saham BUMI bergerak di kisaran harga antara Rp 204 dan Rp 210 per saham.


