PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih pada semester I 2026. Hingga Juni, pendapatan perseroan mencapai US$1,74 miliar, sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$410,25 juta.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 31 Juli 2026, pendapatan BYAN meningkat 7,29% dibandingkan semester I 2025 yang berada di level US$1,62 miliar. Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat sebesar Rp18.070, pendapatan tersebut setara dengan sekitar Rp31,45 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, nilainya sekitar Rp29,31 triliun.
Laba bersih naik 17,46 persen
Pertumbuhan laba tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 17,46% menjadi US$410,25 juta dari US$349,24 juta pada semester I 2025.
Dengan asumsi kurs yang sama, laba tersebut setara dengan sekitar Rp7,41 triliun. Sementara itu, laba pada periode yang sama tahun sebelumnya berada di kisaran Rp6,31 triliun.
Kinerja tersebut juga tercermin pada laba bruto perseroan. BYAN mencatat laba bruto sebesar US$615,58 juta hingga Juni 2026, naik 16,9% dibandingkan US$526,30 juta pada semester I 2025.
Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan meningkat menjadi US$1,12 miliar dari US$1,09 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan beban pokok pendapatan tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan pendapatan perseroan sepanjang enam bulan pertama 2026.
Perubahan beban operasional dan keuangan
Dari sisi beban operasional, beban penjualan BYAN naik menjadi US$19,93 juta hingga Juni 2026. Pada semester I 2025, beban tersebut tercatat sebesar US$16,92 juta.
Berbeda dari beban penjualan, beban umum dan administrasi mengalami penurunan. Pos ini turun menjadi US$49,76 juta dari US$53,18 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada beban keuangan. Hingga semester I 2026, beban keuangan perseroan tercatat sebesar US$2,37 juta, lebih rendah dibandingkan US$6,35 juta pada semester I 2025.
Dengan demikian, laporan keuangan semester I 2026 menunjukkan kenaikan pendapatan sebesar 7,29% dan pertumbuhan laba yang lebih tinggi, yakni 17,46%. Seluruh angka tersebut masih menggunakan denominasi dolar Amerika Serikat, dengan nilai rupiah dalam laporan ini dihitung berdasarkan asumsi kurs Rp18.070 per dolar AS.


