Saturday, October 17, 2026
HomeSahamSaham Teknologi Tertekan Sentimen Perlambatan Sektor AI

Saham Teknologi Tertekan Sentimen Perlambatan Sektor AI

Saham perusahaan teknologi dan produsen cip merosot di bursa Asia pada Senin, 14 September 2026. Aksi jual itu terjadi setelah sejumlah tokoh utama industri kecerdasan buatan (AI) mendukung seruan untuk memperlambat pengembangan teknologi tersebut karena risiko terhadap kemampuan manusia untuk mengendalikan AI dinilai belum sepenuhnya dipahami.

Sentimen negatif di pasar saham Asia semakin kuat setelah harga minyak melonjak menyusul penutupan jalur pipa utama oleh Arab Saudi. Pada saat yang sama, data inflasi Amerika Serikat (AS) tidak banyak mengubah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada pekan ini.

Seruan memperlambat pengembangan AI

Tekanan terbesar terlihat pada saham perusahaan produsen cip. Investor merespons pernyataan CEO Anthropic Dario Amodei pada 12 September yang menyerukan agar perusahaan-perusahaan AI mengatur laju pengembangan teknologi terdepan. Ia juga membuka kemungkinan adanya koordinasi untuk memperlambat pengembangan tersebut.

Menurut Amodei, langkah itu diperlukan agar para pengembang memiliki waktu untuk memahami risiko yang mungkin muncul dari kemajuan AI. Salah satu kekhawatiran yang disorot ialah peningkatan diri secara rekursif atau recursive self-improvement, yaitu kondisi ketika AI mampu menciptakan generasi penerusnya sendiri.

“Jika dibiarkan tanpa kendali, hal ini bisa melampaui kemampuan kita untuk memahami dan mengendalikan sistem-sistem tersebut, sehingga pengembangannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati, atau bahkan dipertimbangkan kembali,” tulis Amodei.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan terbuka dari dua pesaing Anthropic, yakni CEO OpenAI Sam Altman dan pemimpin xAI Elon Musk. Musk menyatakan singkat, “Dario benar.” Dukungan itu memperkuat perhatian pasar terhadap perdebatan mengenai batas pengembangan AI dan potensi risikonya.

Kekhawatiran terhadap risiko AI

Seruan Amodei muncul setelah seorang peneliti mengundurkan diri dari Anthropic karena khawatir teknologi AI dapat lepas dari kendali manusia. Peneliti lain yang masih bertahan di perusahaan tersebut juga menyampaikan peringatan secara terbuka mengenai risiko ekstrem dari pengembangan AI.

“Kami benar-benar meyakini bahwa AI bisa membunuh seluruh umat manusia,” ujar peneliti tersebut. Ia memperkirakan kemungkinan itu lebih besar dari “10% dalam satu dekade mendatang.”

Pernyataan para pelaku industri itu mendapat tanggapan berbeda dari sejumlah pejabat AS. Presiden AS Donald Trump menyuarakan penentangan terhadap peringatan tersebut. Ketua DPR AS Mike Johnson juga mengatakan, “kita tidak perlu panik saat ini.”

Meski demikian, pelaku pasar tetap melepas kepemilikan saham teknologi pada 14 September. Penurunan tersebut berlangsung bersamaan dengan tekanan dari kenaikan harga minyak dan perhatian investor terhadap keputusan suku bunga The Fed yang akan datang.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler