Saturday, October 17, 2026
HomeLifestylePembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Ini Jawabannya

Pembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Ini Jawabannya

Kebiasaan mencuci pembalut sekali pakai sebelum membuangnya masih dilakukan sebagian perempuan. Praktik tersebut kerap berkaitan dengan keinginan untuk menyembunyikan darah menstruasi, budaya, serta mitos yang berkembang di masyarakat. Namun, dari sisi pengelolaan kebersihan menstruasi, pembalut sekali pakai tidak perlu dicuci terlebih dahulu.

Jurnal berjudul “Environmental Implications of Disposable Sanitary Napkin Washing Practice: A Study on Menstrual Hygiene Management in West Java, Indonesia” menyebutkan bahwa mencuci atau tidak mencuci pembalut merupakan pilihan pribadi. Tidak ada aturan resmi yang mewajibkan maupun melarang kebiasaan mencuci pembalut sebelum dibuang.

Risiko mencuci pembalut sekali pakai

UNICEF menyarankan pembalut sekali pakai langsung dibuang setelah digunakan. Mencucinya justru dapat meningkatkan risiko infeksi karena darah menstruasi yang menempel berpotensi membawa bakteri ke tangan dan area yang digunakan untuk mencuci.

Pembalut sekali pakai dirancang dengan bahan penyerap, antara lain kapas dan gel, untuk menahan cairan menstruasi. Ketika terkena air dan dicuci, bahan tersebut dapat rusak. Proses itu juga berpotensi menyebabkan bakteri menyebar ke dalam air.

Anggapan bahwa pembalut harus dicuci juga tidak memiliki penjelasan ilmiah terkait hal-hal mistis yang kerap dikaitkan dengan darah menstruasi. Sebagian orang mencucinya karena merasa darah harus dibersihkan terlebih dahulu, sementara sebagian lainnya langsung membuang pembalut setelah membungkusnya.

Ketentuan berbeda berlaku untuk pembalut kain. Karena dapat digunakan berulang kali, pembalut jenis ini perlu dicuci setelah digunakan. Pencucian diperlukan untuk menjaga kebersihan dan membantu mencegah infeksi vagina selama menstruasi.

Cara membuang pembalut dengan benar

Pembalut sekali pakai sebaiknya dibungkus sebelum dimasukkan ke tempat sampah. CDC menyarankan penggunaan tisu toilet atau bahan lain untuk menutup pembalut bekas agar tidak terbuka saat dibuang.

Langkah pertama adalah mencuci tangan, kemudian melepaskan pembalut dari pakaian dalam. Setelah itu, lipat atau gulung pembalut dengan bagian yang terkena darah berada di sisi dalam. Pembalut dapat dibungkus menggunakan tisu atau pembungkus pembalut baru, lalu dimasukkan ke tempat sampah.

Pembalut tidak boleh dibuang ke toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan. Tempat sampah yang digunakan sebaiknya memiliki penutup dan dibersihkan secara rutin untuk mencegah munculnya bau.

Selain cara membuang, lama pemakaian juga perlu diperhatikan. UNICEF menyarankan pembalut sekali pakai dibuang setelah digunakan selama maksimal 4-6 jam.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler