Saturday, October 17, 2026
HomeSahamDaftar Saham Top Losers Saat IHSG Sepekan Anjlok 3,2%

Daftar Saham Top Losers Saat IHSG Sepekan Anjlok 3,2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan 28 September–2 Oktober 2026 di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Sabtu (3/10/2026), IHSG turun 3,28 persen ke level 6.036,88. Pelemahan tersebut berlangsung di tengah aksi jual saham yang signifikan oleh investor asing.

Sepanjang perdagangan sepekan, IHSG sempat mencapai posisi tertinggi 6.277,89. Namun, indeks juga turun hingga level 5.973,16 sebelum mengakhiri pekan pada 6.036,88. Pergerakan itu mencerminkan tekanan yang cukup luas di pasar, dengan seluruh sektor saham tercatat mengalami penurunan.

Sektor teknologi memimpin pelemahan

Sektor teknologi menjadi kelompok saham dengan koreksi terdalam, yakni 12,45 persen. Setelahnya, sektor basic materials melemah 5,29 persen, sedangkan sektor consumer siklikal turun 4,82 persen.

Sektor infrastruktur ikut terkoreksi 4,31 persen. Penurunan berikutnya terjadi pada sektor properti dan real estat sebesar 4 persen, serta sektor transportasi dan logistik yang terpangkas 3,94 persen.

Tekanan juga terjadi pada sektor industri dengan penurunan 2,19 persen. Sektor keuangan tergelincir 1,56 persen, sementara sektor consumer nonsiklikal turun 1,53 persen. Sektor perawatan kesehatan melemah 1,23 persen dan sektor energi turun 0,99 persen.

Penurunan di seluruh sektor tersebut turut membebani kinerja IHSG selama periode perdagangan yang berakhir pada 2 Oktober 2026.

Aktivitas perdagangan saham meningkat

Di tengah penurunan indeks, aktivitas perdagangan menunjukkan pergerakan yang beragam. Rata-rata volume transaksi saham meningkat 72,51 persen menjadi 50,36 miliar saham. Pada pekan sebelumnya, rata-rata volume perdagangan tercatat 29,19 miliar saham.

Rata-rata nilai transaksi harian juga naik 5,4 persen menjadi Rp12,62 triliun, dari sebelumnya Rp11,97 triliun. Namun, kenaikan volume dan nilai transaksi itu tidak diikuti frekuensi perdagangan. Rata-rata frekuensi transaksi turun 7,54 persen menjadi 1,68 juta kali, dibandingkan 1,81 juta kali pada pekan sebelumnya.

FORU mencatat penurunan terdalam

Sejumlah saham mencatat penurunan harga paling besar selama sepekan. Saham FORU memimpin daftar top losers setelah anjlok 54,72 persen. Harga saham tersebut turun menjadi Rp163 per saham dari Rp360 per saham pada pekan sebelumnya.

Saham DADA menempati posisi berikutnya dengan penurunan 52 persen. Harganya merosot dari Rp50 menjadi Rp24 per saham.

Sementara itu, saham MAXI melemah 48 persen. Saham tersebut ditutup pada level Rp26 per saham, turun dari Rp50 per saham pada pekan sebelumnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler