Menjelang perayaan Tahun Baru, minat masyarakat dalam membeli kembang api meningkat pesat untuk meramaikan malam pergantian tahun. Kehadiran kembang api telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari perayaan ini karena memberikan keindahan pada langit malam. Namun, perlu diingat bahwa asap yang dihasilkan dari pembakaran kembang api dapat berdampak buruk pada kesehatan. Mirip dengan emisi dari kendaraan, penggunaan kembang api juga menciptakan polusi udara seperti partikel halus yang bisa membahayakan sistem pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Beberapa efek negatif kembang api terhadap kesehatan termasuk gangguan pernapasan yang disebabkan oleh campuran polutan berbahaya seperti karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur dioksida, dan materi partikulat. Partikel yang dihasilkan dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru, batuk, mengi, atau sesak napas. Paparan asap ini juga dapat merusak kesehatan kulit, meningkatkan risiko luka bakar, memicu serangan epilepsi, merusak sistem pendengaran, dan bahkan berpotensi menyebabkan masalah penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk tetap berhati-hati saat menikmati kembang api dengan menjaga jarak, menggunakan masker saat udara buruk, dan memastikan posisi kita berlawanan arah angin untuk menghindari paparan bahaya. Jadi, meskipun menikmati pertunjukan kembang api dapat menjadi momen yang menyenangkan saat merayakan Tahun Baru, kehati-hatian tetap diperlukan demi menjaga kesehatan kita dan orang di sekitar.


