GameStop memberikan detail tentang paket kompensasi baru untuk CEO mereka, Ryan Cohen. Paket ini bergantung pada pencapaian target kinerja tertentu yang signifikan. Perusahaan ritel video game tersebut mengungkapkan bahwa Cohen harus berhasil meningkatkan kapitalisasi pasar menjadi USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.684 triliun. Selain itu, GameStop juga menetapkan target laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar USD 10 miliar atau sekitar Rp 168,43 triliun agar paket kompensasi tersebut berlaku sepenuhnya.
Dalam pengajuan regulasi terbaru, GameStop menegaskan bahwa Cohen tidak akan menerima pembayaran yang dijamin, seperti gaji, bonus tunai, atau saham bertahap. Struktur kompensasi ini sepenuhnya berisiko, di mana ia hanya akan dibayar jika perusahaan berhasil mencapai tujuan pasar dan operasional yang signifikan. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa insentif CEO Cohen sejalan dengan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham GameStop.
Rencana kompensasi yang diterima Cohen senilai sekitar USD 35 miliar atau sekitar Rp 589,50 triliun. Struktur kompensasi ini serupa dengan paket gaji yang disetujui oleh pemegang saham Tesla untuk CEO mereka, Elon Musk. Paket kompensasi Cohen melibatkan opsi saham untuk membeli lebih dari 171,5 juta saham biasa dengan harga USD 20,66 per saham. Para pemegang saham akan memberikan keputusan akhir terkait paket gaji baru ini dalam rapat khusus yang dijadwalkan pada bulan Maret atau April.
Sementara itu, saham GameStop mengalami penurunan signifikan sejak tahun 2024 setelah Keith Gill, atau dikenal sebagai “Roaring Kitty”, muncul secara online dan menyatakan dukungannya terhadap GameStop. Gill terkenal karena telah memicu lonjakan harga saham GameStop pada awal tahun 2021.


